Kamu pasti pernah ngerasa bosan dengerin title track yang itu-itu aja di playlist K-Pop, kan? Padahal di album-album 2024 ini, banyak lagu B-side yang punya cerita lebih dalam, aransemen lebih berani, dan vibes yang lebih personal. Lagu-lagu yang seringkali cuma jadi “pelengkap” tapi justru punya daya tarik lebih kuat buat pendengar yang mau eksplor lebih jauh.

Tahun 2024 jadi tahun emas buat B-side track K-Pop. Beberapa grup keluaran agensi besar maupun kecil mulai nyerahin lagu-lagu terbaik mereka di hidden corner album. Ini bukan cuma sekadar filler—tapi statement artistik yang sayang dilewatkan. Mari kita bedah lima lagu yang pantas banget masuk radar kamu.

Kenapa B-Side Track Bisa Lebih Mengena?

Title track memang dirancang buat menarik perhatian massa dalam hitungan detik. Tapi B-side track? Mereka punya kebebasan lebih besar. Freedom in experimentation jadi kata kuncinya di sini. Tanpa tekanan chart performance, artis bisa main-main dengan genre, lirik yang lebih introspektif, atau aransemen yang nggak mainstream-friendly.

Di 2024, tren ini makin kentara. Grup-grup mulai sadar kalau fans mereka siap dengerin sesuatu yang lebih “berat”. Hasilnya? Lagu-lagu yang punya replay value luar biasa tinggi. Mereka tumbuh di kamu, bukan cuma sekadar hits yang terasa hambar setelah 20x diputar.

5 B-Side Track Underrated 2024

1. “Dear. Unknown” by NCT Wish (from ‘Steady’ EP)

Bayangin R&B tahun 2000 ketemu soundscape K-Pop modern. Itu yang terjadi di lagu ini. Piano ballad yang dimulai dengan lembut tapi perlahan dibangun jadi semacam quiet storm dengan backing vocal yang haunting. Liriknya? Surat terbuka buat calon diri masa depan—konsep yang klise tapi dieksekusi dengan brutal honesty.

Baca:  Lagu Wedding Terbaik Indonesia Anti-Mainstream: Review Makna Lirik Romantis

Kenapa underrated: NCT Wish masih baru, dan title track “Steady” yang upbeat langsung nyamperin spotlight. Padahal “Dear. Unknown” punya vocal performance yang jauh lebih matang dan personal. Part bridge-nya yang naik satu oktaf bisa bikin merinding kalau dengerin pakai earphone di malam hari.

2. “Love is a Bad Habit” by STAYC (from ‘Metamorphic’ album)

STAYC dikenal dengan suara-suaranya yang bright dan clean. Tapi di sini, mereka main di lapangan yang berbeda: dark pop dengan distorsi gitarnya yang gritty. Intro-nya langsung menyerang dengan synth yang glitchy sebelum vokal Sieun masuk dengan nada yang hampir conversational.

Liriknya ngomongin toxic relationship tapi pakai metafora kecanduan—bukan cuma sekadar “you hurt me” generik. Produksinya sengaja nggak terlalu polished, bikin nuansa rawness yang pas. Highlight: Pre-chorus yang punya chord progression nggak terduga, bikin kamu selalu terkejut meski udah denger berulang kali.

3. “Melt Down” by DAY6 (Even of Day) (from ‘Fourever’ album)

Bentar, ini DAY6 kan bandnya emang terkenal? Iya, tapi “Melt Down” somehow selalu kalah sorot sama “Welcome to the Show” yang jadi title track. Padahal ini mungkin salah satu lagu alternative rock terbaik mereka sejak “Zombie”.

Dimulai dengan arpeggio piano yang sederhana, lagu ini meledak jadi wall of sound di chorus. Liriknya soal burnout dan mental breakdown—tema yang jarang dieksekusi dengan nuansa hopeful seperti ini. Guitar solo di tengah lagu nggak terdengar seperti show-off, tapi bagian dari narasi. Ini lagu yang pas didengerin pas kamu lagi overwhelmed tapi butuh reminder kalau nggak apa-apa untuk nggak kuat terus.

4. “Phantom Pain” by KISS OF LIFE (from ‘Lose Yourself’ EP)

KISS OF LIFE emang udah dapet attention, tapi kebanyakan orang fokus ke “Bad News” yang jadi title track. “Phantom Pain” adalah bukti kalau mereka bisa main di lapangan avant-pop tanpa kehilangan catchiness-nya.

Lagu ini punya struktur nggak konvensional—verse-nya pendek-pendek kayak fragmented thoughts, sementara chorusnya justru lebih seperti chant daripada melodi. Produksi eksperimental dengan stutter effect dan reverse vocal bikin lagu ini terasa disorienting tapi intriguing. Liriknya soal phantom pain dari hubungan yang udah lama berakhir—metafora medis yang dipakai dengan tepat.

Baca:  Rekomendasi Lagu City Pop Jepang 80An: Review Mengapa Genre Ini Booming Lagi

5. “Bluebird” by IVE (from ‘Ive Switch’ album)

IVE biasanya identik dengan suara powerful dan konsep yang confident. Tapi “Bluebird” nunjukin sisi lain: vulnerable dan introspective. Ini lagu mid-tempo dengan acoustic guitar sebagai tulang punggung, sesuatu yang jarang banget dari grup yang biasanya penuh synth dan bass.

Yang bikin spesial adalah harmoni para member yang disusun dengan sangat cermat. Mereka nggak cuma nyanyi bersamaan—tapi saling call and response, bikin lagu ini terasa kayak percakapan. Liriknya soal searching for happiness pakai metafora burung biru klasik, tapi dengan twist modern. Catatan: Bridge-nya yang diikuti a capella sebelum kembali ke final chorus adalah momen goosebumps murni.

Perbandingan Elemen Musik 5 Lagu

LaguGenre UtamaInstrument HighlightTema LirikVibe Terkuat
Dear. UnknownR&B BalladPiano + Haunting VocalsSelf-reflectionIntrospective
Love is a Bad HabitDark PopDistorted GuitarToxic RelationshipGritty & Raw
Melt DownAlternative RockWall of Sound GuitarsBurnoutCathartic
Phantom PainAvant-PopStutter Synth EffectsPost-Breakup TraumaDisorienting
BluebirdAcoustic PopAcoustic Guitar HarmoniesSearch for HappinessVulnerable

Cara Nikmatin B-Side Track K-Pop

Jangan dengerin cuma sekali. B-side track butuh repeat listens buat fully reveal dirinya. Cobain ritual ini:

  • Dengerin full album dari awal sampe akhir tanpa skip. Biasanya ada alasan kenapa lagu itu ditaruh di urutan tertentu.
  • Use quality headphones. Banyak detail produksi yang hilang kalo dengerin lewat speaker HP.
  • Baca lirik sambil dengerin. Genius atau Color Coded Lyrics bisa bantu tangkap nuansa yang mungkin terlewat.
  • Catat perasaanmu pas dengerin pertama kali, terus bandingin pas dengerin ke-5 atau ke-10. Biasanya beda banget.

Konteks penting. Cari tau proses kreatif di balik album itu—siapa yang nulis, produce, atau cerita di balik liriknya. B-side track seringkali jadi tempat artis cerita yang sebenarnya.

B-side track adalah tempat di mana artis jadi diri mereka sendiri, bukan versi yang sudah dipoles demi chart performance.

Kesimpulan

Lima lagu ini cuma permulaan. Dunia B-side track K-Pop 2024 jauh lebih luas dan berwarna dari yang terlihat di permukaan. Mereka butuh pendengar yang mau invest time dan attention—dan reward-nya adalah pengalaman musikal yang jauh lebih personal dan lasting.

Mulai sekarang, jangan langsung skip ke track #1. Explore. Kamu mungkin nemu lagu yang bakal jadi soundtrack hidupmu selama bertahun-tahun, tapi cuma ada di hidden corner sebuah album yang sempat kamu lewatin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

10 Lagu Soundtrack Film Indonesia Terbaik: Review Kecocokan Emosi Dengan Filmnya

Kau pasti pernah nonton film yang scenenya sedih banget, tiba-tiba lagu yang…

7 Lagu Galau Indonesia Terbaik 2025: Review Lirik Paling Menyayat Hati

Ada saat-saat ketika kita butuh lagu yang tidak sekadar mengerti, tapi benar-benar…

Review 5 Lagu Metal Lokal Terbaik Untuk Olahraga (Workout Playlist)

Pernah nggak sih, lagi asik squat tapi lagu metal di playlist malah…

Lagu Wedding Terbaik Indonesia Anti-Mainstream: Review Makna Lirik Romantis

Pernahkah kamu merasa jengah ketika mendengar lagu pernikahan yang itu-itu saja? Perfect,…